>

Down and Out

Down and Out Rendy Priambodo

"Puisi termanis, adalah senyummu, sayang."

Listening to In the Morning Light by Yanni

Let it flow | you have a chance, and you can bring into reality. – Preview it on Path.

"Maaf, aku tak sengaja menjadikanmu ‘karena’ dalam setiap ‘mengapa’ pada hidup ku"

Nushavo Dorojiancuk

Demotrasi Suara

Dekat dekat pemilihan
Semak semak makin banyak
Tutup hidungmu teman,
Bau busuk sedang dalam perjalanan.

Dekat dekat pemilihan
Akan banyak orang ajak kau kenalan
Jangan masukan hati,
Bila Ia mengaku suci.

Teman, lihat dirgantara itu,
Rupanya Sang Saka dapat saingan baru,
Ada banyak gambar
Ada banyak warna,
Tapi entah apa artinya,
Biar saja teman
Peduli saja pada Sang Saka
Hasil tetua kita,
Usai usir bangsa Belanda.

Teman, lihat tepi jalan jalan itu
Banyak pohon punya nama baru,
Ada doktor, insiyur, dan para orang pintar
Minta ditusuki paku, (katanya) mau wujudkan janjinya yang merdu.

Sabar teman,
Aku tau, kau sudah sering dijejal janji
Kau ingin muntah,
Karna bosan dihianati.

Teman, bila kau dirayu
Tutup hidung, telinga dan matamu
Biarkan tertutup, jangan terbuka
Karna kau adalah pembuka
Pemegang kunci, Indonesia.

"Setangkai bunga sepatu,
Lima helai kelopak rindu
Tak mampu menyanding mahkota itu"

Sajak tentang (hanya) rindu

Bunga (tidur)

Semai temaram bersemi di sesela malam
Pohon kering dihianati air yang enggan mengalir
Suara suara sunyi,
Debar desir jantung
Detak detik nadi,
Pejam dalam peram
Tidur pada harapan

Sebait puisi cinta,
Kau baca untuk ku,
Di situ,
Kusimpan nafas mu yang terasa begitu dekat
Sorot mata mu yang sarat arti
Dekapan mu yang bersembulan rindu

Seakan semua tak semu
Seakan nyata
sebelum dari mimpi aku bangun
Biar sekedar mimpi
Cukup lah, ku sebut itu sebagai bunga
bunga buah tidur,
Yang selalu layu
Dihempas fajar dari timur
Seraya kau kembali jauh dari ku yang melantur.

Kau dan Senja

Kau dan Senja

"Lama tak buka beranda ini, ternyata masih saja tentang cinta, rindu dan luka."

Tumblr

Tak Terucap Namun Ingin Diungkap

Reblogged from karenapuisiituindah

karenapuisiituindah:

Seseorang pernah bertanya kepadaku,
‘Mengapa kau begitu suka menuliskan puisi?’
Kujawab,
‘Karena aku tetap ingin berkata banyak, saat bibirku enggan berucap.’

Beberapa orang tak pernah ingin memahami
Bahwa puisi bukan tentang keluhan hati
Yang meringis
Dan memaksa setiap mata untuk…

Kejutan pagi dari Kelud yang kalut

Pagi tadi aku dengar berita meletusnya gunung kelut.
Sekarang aku lihat abu yang dikirimnya, melintas di langit surabaya, lantas turun diatas rumah-rumah warga

Aku yang baru kemarin membaca puisi “aku ingin” dari Sapardi J. D. Tiba-tiba muncul dibenak dengan syair yang berbeda;
“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan bumi kepada magma yang menjadikannya abu”
Arti yang sarat dari Hamba-hambanya.

Lalu diwaktu yang sama, aku juga teringat sila pertama tentang “ketuhanan yang maha esa” yang kuartikan sendiri sebagai bentuk kuasa tanpa tanding, dunia dan isinya Dialah pemiliknya, entah apa maksud segala peristiwa disini, tapi aku yakin pasti ada sebuah arti.